Arti Kode H, HB, B, F pada Pensil serta Kegunaannya

Baik di sekolah atau mungkin di kantor, alat tulis seperti pensil diperlukan. Alat tulis ini bisa jadi dipakai bagi anak-anak yang baru belajar baca tulis, atau juga untuk suatu tulisan dan laporan yang masih draf atau bersifat sementara. Sebelum berikutnya akan dituliskan secara permanen dengan alat tulis lain. Selain itu, pensil juga digunakan untuk membuat gambar teknik atau juga untuk melukis suatu objek.

Untuk melakukan berbagai kegiatan diatas tersebut dengan menggunakan alat tulis pensil, maka diperlukan jenis pensil yang sesuai dengan tujuan masing-masing.

Tentang Pensil

Pensil atau disebut juga potlot adalah alat tulis dan lukis yang awalnya terbuat dari grafit murni. Penulisan yang dilakukan dengan cara menggoreskan grafit tersebut ke atas media. Namun grafit murni cenderung mudah patah, terlalu lembut, memberikan efek kotor saat media bergesekan dengan tangan, dan mengotori tangan saat dipegang.

Karena itu kemudian diciptakan campuran grafit dengan tanah liat agar komposisinya lebih keras. Selanjutnya komposisi campuran ini dibalut dengan kertas atau kayu.

Grafit dan timbal mulai digunakan sejak zaman Yunani. Tahun 1564 ditemukan kandungan grafit murni dalam jumlah besar di Borrowdale, sebuah lembah di Lake District, Inggris bagian utara. Pada masa ini istilah grafit masih disalahartikan sehingga disebut timah hitam. [wikipedia]

Arti Kode pensil dan kegunaan

Angka pada bagian depan huruf (misalnya 2B, 3B, B, HB, H, 8H, 2H, dan seterusnya) merupakan tingkat kehitaman pensil. Tak hanya untuk membedakan tingkat kehitaman pensil, semua huruf-huruf tersebut memiliki artinya masing-masing.

1. Kode H (Hardness) memfokuskan tingkat kekerasan

Komposisi tanah liat pada pensil lebih banyak ketimbang grafit. Semakin besar angka di depan kode H, maka semakin keras isi pensil tersebut.

Karena efek warna yang tidak begitu gelap bahkan cenderung berwarna abu-abu, pensil ini biasa dipakai untuk membuat sketsa bangunan. Kode pensil ini 3H, 4H, 5H, 6H, 7H, 8H, sampai yang paling keras 9H. Jangan ditekan terlalu kuat saat menggunakan pensil ini, karena akan meninggalkan bekas di atas kertas dan susah dihapus.

2. Kode F (Fine Point) pensil berjenis sedang

Komposisi tanah liat dan grafit yang ada pada pensil ini seimbang. Ini menandakan isi pensil tidak begitu keras, dan juga tidak terlalu tebal goresannya. Pensil kode F ini cocok digunakan untuk segala keperluan seperti menulis, membuat gambar rancang.

Hasil pensil berkode H dan 2H bisa disamakan dengan pensil berkode F. Penggunaannya jangan ditekan terlalu kuat karena bakal susah dihapusnya.

3. Kode HB (Half Black) berjenis keras, sama dengan pensil kode F

Penis ini hampir sama dengan pensil kode F, tapi grafit yang dimiliki lebih banyak sehingga hasil goresannya lebih tebal dan pekat. Komposisi grafitnya yang lebih banyak sehingga kepadatannya menjadi sedikit lunak.

Biasanya dipakai untuk membuat garis dan tulisan yang sedikit besar dan jelas, jadi perlu kesabaran saat membuat garis-garis yang halus. Dan pensil ini mudah dihapus, juga mundah luntuh jika diusap.

4. Kode B (Blackness), pensil yang mengandalkan ketebalan hasil goresan

Komposisi grafit di pensil berkode B ini lebih banyak ketimbang tanah liat. Sehingga hasil goresannya lebih hitam atau pekat dan kepadatannya pun lebih lunak. Kode pensil ini antara lain 2B, 3B, 4B, 5B, 6B, dan seterusnya. Semakin besar angka di depan huruf B, maka semakin lunak kepadatannya dan semakin pekat warna hitamnya.

Pensil B, HB, dan 2B cukup sering dipakai untuk membuat sketsa awal atau gambar rancang. Untuk ketebalan sedang seperti 3B, 4B, dan 5B bisa dipakai untuk membuat outline dan arsiran. Dan pensil yang kadar kehitamannya pekat seperti 6B, 7B, dan 8B, digunakan membuat efek seperti pencahayan dan sebagainya, tergantung keperluan gambar.

Referensi:

  
Back to top button