Cara Membuat Plugin WordPress (Tahapan untuk Pemula)

Suatu plugin pada WordPress layaknya seperti aplikasi pendukung untuk situs WordPress. Sama seperti aplikasi di ponsel, gunanya instal plugin di WordPress adalah untuk menambahkan fitur baru.

Diperlukan pengetahuan dasar tentang bahasa pengkodean seperti PHP, CSS, HTML, dan JavaScript untuk membuat suatu plugin.

Dan dalam pembahasan ini akan disampaikan proses langkah demi langkah sehingga menjadi pemahaman yang cukup tentang pemrograman untuk membuat plugin WordPress yang sederhana.

Sesuatu yang dibutuhkan Membuat Plugin

  • Dibutuhkan development environment lokal, seperti XAMPP, MAMP atau lainnya yang gunanya untuk menguji plugin di komputer.
  • Kemudian juga diperlukan editor teks seperti Notepad, TextEdit atau yang lainnya untuk menulis kode.

Membuat Plugin Pertama Anda

  • Langkah pertama adalah membuat folder baru di komputer dan beri nama seperti wpb-plugin-tutorial atau plugin-saya.
  • Selanjutnya, membuat file baru di editor teks dan simpan di folder plugin sebagai wpb-plugin-tutorial.php atau plugin-saya.php. Intinya harus ekstensi .php, untuk nama file sesuai keinginan.
  • Buka file PHP itu dengan editor teks, lalu tambahkan header plugin yang gunanya untuk memberi nama plugin, versi, situs web, nama pembuat dan sebagainya.
<?php
/*
Plugin Name:  Agoaga Plugin Tutorial
Plugin URI:   https://www.agoaga.com 
Description:  It will be displayed on the Plugins page in WordPress admin area. 
Version:      1.0
Author:       Agoaga
Author URI:   https://www.agoaga.com
License:      GPL2
License URI:  https://www.gnu.org/licenses/gpl-2.0.html
Text Domain:  wpb-tutorial
Domain Path:  /languages
*/
  • Setelah menambahkan header plugin, kemudian salin dan tempel kode berikut di bawah header plugin. Kode di bawah juga disisipkan ajakan untuk mengikuti suatu akun twitter dan facebook.
function wpb_follow_us($content) {
 
// Only do this when a single post is displayed
if ( is_single() ) { 
 
// Message you want to display after the post
// Add URLs to your own Twitter and Facebook profiles
 
$content .= '<p class="follow-us">If you liked this article, then please follow us on <a href="http://twitter.com/agoagacom title="Agoaga on Twitter" target="_blank" rel="nofollow">Twitter</a> and <a href="https://www.facebook.com/agoagacom" title="Agoaga on Facebook" target="_blank" rel="nofollow">Facebook</a>.</p>';
 
} 
// Return the content
return $content; 
 
}
// Hook our function to WordPress the_content filter
add_filter('the_content', 'wpb_follow_us'); 

Ganti URL profil Twitter dan Facebook dengan sesuai yang dimiliki.

  • Sekarang buka desktop di komputer dan buat file zip untuk folder plugin.
  • Pengguna Mac dapat mengklik kanan pada folder dan memilih ‘Compress wpb-plugin-tutorial‘. Pengguna Windows dapat mengklik kanan folder tersebut dan memilih Send to » Compressed (zip) folder.

Memasang dan Mengaktifkan Plugin WordPress Pertama

  • Saatnya menguji plugin yang sederhana tersebut. Akses admin WordPress, lalu navigasi ke Plugins » Add New.
  • Klik tombol ‘Upload Plugin‘ di bagian atas, dan menampilkan kotak upload plugins.
  • Kemudian klik ‘Browse‘ atau ‘Choose File‘ untuk memilih file zip yang baru dibuat. Selanjutnya, klik tombol ‘Install Now‘ untuk mengunggah dan instal plugin.
  • Setelah terinstal, lanjutkan dan Activate Plugin.

Maka sekarang akan terlihat paragraf baru di akhir semua single posts yang berisi link URL Twitter dan Facebook.

Mengirimkan Plugin ke Repositori Plugin WordPress.org

Jika ingin plugin ditemukan dan digunakan oleh pengguna WordPress lain, maka dapat mengirimnya ke repositori plugin WordPress.org.

  • Untuk melakukannya, pertama yaitu membuat file ‘readme‘ untuk plugin. Buka file teks kosong dan simpan sebagai readme.txt di folder plugin.
  • File readme.txt ini harus memenuhi syntax file readme WordPress.org. Informasi yang tambahkan di file readme.txt akan ditampilkan di halaman plugin di WordPress.org.
  • Berikut adalah contoh file readme.txt yang dapat gunakan sebagai titik awal.
=== Your Plugin Name ===
Contributors: Agoaga
Tags: agoaga, plugin tutorial
Requires at least: 5.5
Tested up to: 5.8
Stable tag: 1.0
License: GPLv2 or later
License URI: http://www.gnu.org/licenses/gpl-2.0.html
 
A WordPress plugin to teach beginners how to write a WordPress plugin. 
 
== Description ==
 
This simple plugin is part of our beginner's guide to writing a WordPress plugin. 
 
== Installation ==
 
1. Upload the plugin folder to your /wp-content/plugins/ folder.
1. Go to the **Plugins** page and activate the plugin.
 
== Frequently Asked Questions ==
 
= How do I use this plugin? =
 
Answer to the question
 
= How to uninstall the plugin? =
 
Simply deactivate and delete the plugin. 
 
== Screenshots ==
1. Description of the first screenshot. 
1. Description of the second screenshot. 
 
== Changelog ==
= 1.0 =
* Plugin released.

Penjelasan singkat cara kerja syntax file readme plugin WordPress, sehingga dapat menyesuaikannya untuk plugin.

  • Baris pertama di readme adalah nama plugin. Muncul di direktori plugin WordPress.org sebagai judul plugin.
  • Baris berikutnya adalah Kontributor. Ini adalah ID pengguna yang pengelola plugin di WordPress.org. Jika belum memiliki akun di WordPress.org, silahkan buat terlebih dahulu dan itu gratis.
  • ‘Requires at least’ dan ‘Tested up to’ merujuk ke versi WordPress yang digunakan plugin. ‘Stable tag’ adalah versi plugin.
  • Abaikan ‘License’ sebagai GPL, dan URL-nya sama.
  • Kemudian, silahkan edit area Deskripsi untuk menjelaskan fungsi plugin.
  • Setelah mengedit file readme plugin, jangan lupa untuk menyimpan perubahan.

Dan sekarang plugin siap untuk ditinjau oleh tim plugin WordPress.org. Untuk mengirimkan plugin, diperlukan akun WordPress.org gratis.

  • Kunjungi halaman Add Your Plugin dan klik tombol Log In di pojok kanan atas layar.
  • Setelah masuk, unggah dan kirimkan plugin untuk ditinjau. Klik tombol Select File untuk memilih file zip plugin, lalu klik tombol Upload.

Tim peninjau plugin WordPress.org kemudian akan melihat kode plugin untuk kesalahan umum dan pemeriksaan keamanan. Setelah disetujui, akan menerima email dari tim plugin.

Email ini akan berisi tautan ke repositori Subversion (SVN) dari plugin yang dihosting di WordPress.org.

Menggunakan Subversion (SVN) untuk Mengunggah Plugin

Subversion adalah perangkat lunak kontrol versi. Ini memungkinkan pengguna untuk membuat perubahan pada file dan direktori sambil menyimpan catatan perubahan, mengelola versi yang berbeda dan memungkinkan kolaborasi.

Diperlukan klien SVN yang diinstal di komputer untuk mengunggah plugin ke WordPress.org.

Pengguna Windows dapat menggunakan SilkSVN atau TortoiseSVN (gratis). Pengguna Mac dapat menginstal SmartSVN atau Aplikasi Versi di komputer mereka.

  • Setelah terinstal, perlu membuka aplikasi Versions dan memeriksa salinan repositori plugin WordPress. Cukup klik tombol ‘New Repository Bookmark‘.
  • Akan munculkan popup di mana harus memberikan nama untuk bookmark ini terlebih dahulu. Setelah tambahkan URL repositori SVN plugin WordPress.
  • Klik tombol Create untuk terhubung dengan repositori.
  • Versions App sekarang akan mengunduh salinan repositori plugin ke komputer. Selanjutnya, klik kanan pada nama repositori di tampilan browser dan kemudian pilih ‘Checkout‘.
  • Pemberian nama folder dan memilih lokasi penyimpanan di komputer. Bisa menggunakan nama folder yang sama dengan direktori plugin dan klik tombol checkout untuk melanjutkan.
  • Versions app sekarang akan membuat salinan lokal dari plugin di komputer. Bisa dilihat di bawah repositori plugin atau menelusurinya di bawah aplikasi Finder.
  • Salin file plugin dan menempelkannya di dalam folder trunk dari repositori lokal. Maka akan melihat ikon tanda tanya di sebelah file baru di Versions app.
  • Karena file-file ini tidak ada sebelumnya, maka perlu klik tombol ‘Add’. Pilih file baru dan klik tombol Add untuk menambahkan file-file ini ke folder lokal.
  • Setelah file plugin ditambahkan ke dalam subversi, lalu mengunggahnya. sinkronkan perubahan di folder lokal dan direktori Subversion.
  • Klik pada repositori lokal untuk memilihnya dan kemudian klik tombol ‘Commit Changes‘.
  • Layar popup akan muncul dan akan melihat daftar perubahan dan kotak untuk menambahkan pesan komit. Aplikasi SVN sekarang akan menyinkronkan perubahan dan memasukkannya ke repositori plugin. Sekarang telah mengunggah file plugin ke bagasi, saatnya untuk menandainya ke sebuah versi.
  • Buka salinan lokal plugin dan salin file di dalam folder trunk. Setelah itu perlu membuka folder tag dan di dalamnya buat folder baru.
  • Beri nama folder ini setelah nama versi. Pastikan itu cocok dengan versi yang masukkan di header plugin. Dalam contoh kode di atas, kami telah menggunakan versi 1.0 untuk plugin kami.
  • Setelah menambahkan folder 1.0 di folder /tags/. Akan terlihat ikon tanda tanya di sebelah nama folder di Versions app.
  • Karena ini adalah folder baru, perlu mengklik tombol Add untuk memasukkan folder dan semua filenya ke dalam repositori.
  • Setelah itu dapat melanjutkan dan mengklik tombol commit untuk menyinkronkan perubahan. Selanjutnya mengedit file plugin di salinan lokal.
  • Kemudian klik tombol commit untuk menyinkronkannya dengan repositori WordPress.org.

Jika telah membuat beberapa perubahan besar pada plugin, tambahkan folder baru yang dinamai dengan nomor versi. Pastikan nomor versi cocok dengan header plugin.

Dan sekarang dapat melihat pratinjau plugindi direktori plugin WordPress.org.

Menambahkan Karya Seni ke Plugin di WordPress.org

WordPress.org memungkinkan untuk menambahkan karya seni dan tangkapan layar dengan plugin. Item ini harus mengikuti praktik penamaan standar dan harus diunggah menggunakan Subversion.

Plugin Header Banner

Ini adalah gambar besar yang muncul di bagian atas halaman plugin. Itu bisa dalam 772 x 250 atau 1544 x 500 piksel dalam format file jpeg atau png. Itu harus selalu dinamai seperti ini:

  • banner-772×250.jpg atau banner-772×250.png
  • banner-1544×500.jpg atau banner-1544×500.png

Plugin Icon

Ini adalah file gambar berbentuk persegi yang lebih kecil yang ditampilkan sebagai ikon plugin di hasil pencarian dan daftar plugin. Bisa dalam ukuran 125 x 125 atau 250 x 250 piksel dalam format file jpeg atau png.

File ikon ini harus diberi nama seperti ini:

  • icon-128×128.jpg atau icon-128×128..png
  • icon-256×256.jpg atau icon-256×256.png

Screenshots

File tangkapan layar harus diberi nama menggunakan format berikut:

  • screenshot-1.png
  • screenshot-2.png

Silahkan menambahkan sebanyak mungkin. Tangkapan layar ini akan muncul dalam urutan yang sama dengan deskripsi tangkapan layar di file readme.txt.

Setelah menyiapkan semua karya seni, dapat menempatkannya ke dalam folder aset salinan lokal plugin.

Setelah itu akan melihat ikon tanda tanya di sebelah folder aset. Klik tombol add untuk menambahkan file aset baru ke dalam repositori.

Terakhir, lanjutkan dan klik tombol commit untuk mengunggah file ke repositori WordPress.org. Setelah beberapa saat akan dapat melihat karya seni muncul di halaman plugin.

Sumber Daya Lebih Lanjut untuk Mempelajari Pengembangan Plugin WordPress

Plugin WordPress bisa sesederhana yang kami tunjukkan di atas. Mereka juga bisa jauh lebih kuat seperti plugin eCommerce, atau plugin keanggotaan, formulir kontak, atau plugin galeri foto.

Plugin WordPress yang lebih kuat ini juga dapat memiliki add-on. Add-on ini berfungsi seperti plugin yang memperluas plugin lain.

Berikut adalah beberapa sumber untuk mempelajari lebih banyak cara untuk menambahkan fungsionalitas ke dalam plugin WordPress.

  • Menambahkan kode pendek di WordPress
  • Trik file functions.php yang sekarang dapat digunakan pada plugin khusus situs.
  • Membuat jenis dan taxonomies pos khusus.
  • Menambahkan stylesheet dan javascript dengan benar di WordPress.

Semoga artikel ini dapat digunakan membantu mempelajari membuat dan mengembangkan plugin WordPress. Jika terdapat kekeliruan di dalam panduan cara ini, silahkan kirim komentar perbaikan Anda ke email yang ada di Contact.

  
Back to top button

Adblock Detected

Please Turnoff Ad Blocker