Cara Mengetahui Kerusakan Processor Komputer

Processor adalah komponen komputer yang merupakan otak untuk menjalankan proses dan pengendali kerja komputer dengan bekerjasama perangkat komputer lainnya. Satuan kecepatan dalam processor adalah Mhz (Mega Heartz) atau Ghz (Giga Heartz).

Dengan kemampuannya itu, menjadikan processor merupakan komponen vital di perangkat tersebut. Kerusakan pada komponen komputer dimungkinkan terjadi, antara lain apabila suatu komponen tersebut sudah berumur, kesalahan pemakaian, dan banyak lagi.

Lalu bagaimana cara mengetahui kerusakan pada processor? Berikut ini beberapa cara untuk mengetahui;

1. CPU tidak nyala

Masalah seperti ini, CPU yang merupakan wadah bagi processor dan komponen lainnya untuk melakukan fungsinya nyala atau hidup, tapi processor tidak memberi respon untuk melakukan fungsinya sebagai otak komputer.

Jika seperti ini, maka yang terjadi adalah hanya terdengar sudah kipas CPU atau kipas lainnya didalam CPU, sehingga dapat dipastikan processor gagal berproses atau mengalami kerusakan.

Butuh sedikit pengetahuan dalam hal bongkar-membongkar CPU. Lakukan pengecekan, dan bila diperlukan, coba lakukan mencabut atau lepaskan processor dari tepat dudukan atau soketnya. Setelah beberapa detik dicabut letakkan kembali. Ini dimungkinkan dilakukan untuk memberikan waktu pause sejenak memisahkan antara jarum pin soket dengan pin processor yang terlalu lama saling menempel.

Cara seperti ini hanya bisa dilakukan bagi komputer yang hardwarenya dapat dibongkar pasang. Dan untuk laptop laptop yang sudah menempel secara permanen, hal ini tidak bisa dilakukan.

Cara seperti ini tak selalu berhasil, terkadang processor sudah layak untuk diganti.

2. Tiba-tiba mati dan nyala sendiri

Gejala seperti ini, kemungkinan terjadi masalah pada beberapa komponen dalam CPU selain processor. Bisa itu RAM, Harddisk.

Cara yang pertama bisa diterapkan, membongkar CPU kemudian melakukan pemisahan atau mencabu sementara processor dari soket, begitu juga RAM ataupun mencabut kabel sata harddisk.

3. Sering gagal jalankan program berat

Gelaja berikutnya gagal ketika menjalankan program-program yang berat. Biasanya akan keluar perintah atau informasi “force close”.

4. Melihat langsung fisik processor

Cara terakhir butuh sedikit pengetahuan dan tenaga untuk membongkar CPU.

Anda bisa mengetahui dengan melihat langsung kondisi processor yang rusak; apakah rusak di bagian jumper pin, gosong atau menghitam akibat dari terjadi overheat disebabkan kipas processor yang tidak berfungsi.

Kesimpulan

Dari ke semua gejala diatas, lakukan perawatan terjadwal terhadap perangkat komputer anda. Khususnya pada CPU, lakukan bersih-bersih dan pengecekan setiap komponen inti maupun komponen pendukung.

Selain itu perlu juga disadari akan umur dari perangkat komputer anda. Lakukanlah pergantian komponen yang sudah termakan usia. Dan alangkah baiknya mengganti keseluruhan perangkat komputer anda.

Semoga bermanfaat.

  
Back to top button