Cara Mengetahui Penyebab Kanker Serviks, Gejala, Pencegahan dan Pengobatannya

Kanker serviks (leher rahim) adalah tumbuh dan berkembangnya dengan tidak terkendali sel-sel abnormal pada leher rahim. Sel-sel abnormal tersebut akan menjadi tumor ganas yang akhirnya berkembang dan menjadi kanker.

Leher rahim sendiri adalah organ yang berbentuk seperti tabung silinder. Fungsinya yaitu menghubungkan vagina dengan rahim. organ yang berbentuk seperti tabung silinder

Leher rahim adalah organ bagian bawah rahim berbentuk seperti tabung silinder yang terbuka berfungsi menghubungkan vagina dengan rahim.

Menurut catatan hasil pengamatan Badan Kesehatan Dunia atau WHO, di negara berkembang dan maju kanker serviks merupakan jenis kanker nomor empat yang paling sering menyerang wanita.

Jenis kankser ini sering bisa diobati pada stadium awal saat masih tumor, yaitu pada tahap sangat dini melalui tes Pap Smear.

Virus ini sering ditularkan melalui hubungan seksual

Rata-rata penyebab dari kanker serviks adalah human papillomavirus (HPV). Terhitung ada lebih dari seratus jenis HPV, namun hanya ada sekitar 13 jenis virus yang dinyatakan sebagai penyebab kanker serviks dan penularannya melalui hubungan seksual. HPV memiliki banyak peregangan, yang paling sering menginfeksi manusia adalah HPV 8, 11, 16, dan 18.

Virus-virus ini didalam tubuh wanita menghasilkan dua jenis protein berbahaya, yaitu E6 dan E7. Bahaya yang diakibatkan kedua protein ini dapat mematikan gen-gen tertentu yang berperan dalam menghentikan perkembangan tumor. Kemudian kelak memicu pertumbuhan sel-sel tak wajar pada dinding rahim yang akhirnya menyebabkan perubahan gen (mutasi gen) dan lantas menjadi penyebab berkembangnya kanker serviks.

Beberapa jenis HPV tidak menyebabkan gejala sama sekali. Namun, sebagian jenis bisa menyebabkan kutil pada kelamin, dan beberapa bisa jadi penyebab kanker serviks. Hanya dokter yang bisa mendiagnosis dan memastikan seberapa bahaya jenis HPV yang Anda alami.

Dua turunan dari virus HPV (HPV 16 dan HPV 18) diketahui berperan dalam 70% dari kasus kanker serviks. Jenis infeksi HPV ini tidak menyebabkan gejala apa pun, sehingga banyak wanita tidak menyadari mereka memiliki infeksi. Faktanya, kebanyakan wanita dewasa sebenarnya pernah menjadi “tuan rumah” HPV pada saat tertentu dalam hidup mereka. Virus HPV penyebab kanker serviks adalah HPV 16 dan 18, sedangkan HPV 8 dan 11 adalah penyebab penyakit kutil pada kelamin. Jadi, tidak semua strain HPV merupakan penyebab kanker serviks.

HPV dapat dengan mudah ditemukan melalui tes pap smear. Inilah mengapa tes pap smear sangat penting untuk mencegah kanker serviks. Tes pap smear mampu mendeteksi perbedaan pada sel serviks sebelum berubah menjadi kanker.Jika Anda mengetahui perubahan sel ini, penyebab kanker serviks dapat dicegah.

Virus HPV penyebab kanker serviks sendiri terbagi ke dalam dua tipe, yaitu tipe high risk dan low risk.

Virus HPV tipe low risk biasanya berisiko kecil menjadi penyebab kanker serviks dan dapat dilawan dengan antibodi tubuh. Sementara, virus dengan high risk lah yang harus diwaspadai. Untuk itulah diperlukan vaksinasi HPV.

Vaksinasi HPV dapat dilakukan pada pria dan wanita. Namun karena virus ini lebih banyak menyerang wanita, maka kaum Hawalah yang diutamakan. Selain itu, wanita yang sudah menikah juga bisa melakukan pemeriksaan berkala yaitu melakukan pap smear minimal tiga tahun setelah menikah.

Sejauh ini HPV memang diketahui jadi penyebab kanker serviks yang utama. Akan tetapi, ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan peluang terkena kanker ini, meski anda tidak punya riwayat infeksi HPV sekalipun.

Berikut ini beberapa faktor risiko penyebab kanker serviks

1. Infeksi human papilloma virus

Melakukan hubungan seksual dengan banyak pasangan dapat meningkatkan risiko terkena HPV 16 dan 18. Begitu juga dengan perilaku seksual berisiko seperti seks tanpa kondom atau berbagi mainan seks (sex toys) yang sama. Selain itu, wanita yang tidak pernah mendapatkan vaksin (imunisasi) HPV tentu lebih rentan terinfeksi HPV yang bisa jadi penyebab kanker serviks.

2. Merokok

Tembakau mengandung banyak zat kimia yang tidak baik untuk tubuh. Nah, usut punya usut wanita yang merokok memiliki risiko hingga dua kali lebih besar dibanding wanita non-perokok dalam terkena kanker serviks. Oleh sebab itu dipercaya jika merokok merupakan salah satu penyebab kanker serviks.

3. Imunosupresi

Pengobatan atau kondisi yang mempengaruhi sistem imun, seperti human immunodeficiency virus (HIV), virus yang menyebabkan AIDS, bisa meningkatkan risiko terkena infeksi HPV dan jadi penyebab kanker serviks.

4. Infeksi klamidia

Penyebab kanker serviks lainnya adalah infeksi salah satu penyakit menular seksual, yaitu klamidia. Hal ini berdasarkan hasil dari beberapa penelitian yang menunjukkan risiko yang lebih tinggi dari kanker serviks pada wanita dengan hasil tes darah yang menunjukkan pernah atau sedang memiliki infeksi klamidia.

5. Hamil atau melahirkan di usia sangat muda

Hamil dan atau melahirkan di usia yang masih sangat muda, seperti saat berusia di bawah 17 tahun merupakan salah satu penyebab kanker serviks. Wanita yang berusia lebih muda dari 17 tahun saat hamil pertama (tidak keguguran) dua kali lebih rentan terkena kanker serviks.

Gejala Kanker Serviks

Setelah mengetahui penyebab kanker serviks, Anda juga wajib mengetahui apa saja gejala kanker serviks. Pasalnya, banyak wanita yang tak menyadari terkena kanker serviks karna tidak mengetahui ciri-ciri dan gejala kanker serviks.

Perubahan sel serviks yang abnormal (sebelum menjadi kanker) jarang menimbulkan gejala. Bahkan, seringkali tak ada tanda-tanda kanker serviks stadium awal. Ada kalanya gejala kanker serviks pun timbul ketika sudah memasuki stadium 1B.

Berikut beberapa gejala kanker serviks:

Pendarahan dari vagina yang tidak normal, seperti perdarahan di luar periode menstruasi, perdarahan setelah berhubungan seks, atau setelah menopause

  • Nyeri di perut bagian bawah atau panggul
  • Mengalami kelelahan yang berlebihan
  • Mengalami perubahan jadwal BAB
  • Nyeri saat berhubungan seks
  • Keputihan yang tidak normal

Cara mencegah kanker serviks

Mengonsumsi berbagai jenis buah dan sayuran kemungkinan dapat melindungi Anda dari kanker serviks. Kebanyakan kasus kanker serviks disebabkan infeksi HPV. Para ahli, seperti dikutip dari WebMD yakin pola makan dengan banyak antioksidan, karotenoid, flavonoid, dan folat yang ada dalam buah-buahan dan sayuran dapat membantu tubuh memerangi dan mencegah infeksi HPV.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Research menemukan bahwa perempuan yang dalam darahnya ditemukan senyawa kimia tertentu dalam jumlah banyak, yang merupakan indikasi bahwa ia memasukkan banyak buah dan sayuran dalam pola makannya, mampu mengenyahkan infeksi HPV dari tubuhnya lebih cepat daripada terapi lain. Nah, berikut ini sayur dan buah yang bisa membantu mengusir penyebab kanker serviks.

  1. Jenis makanan kaya flavonoid misalnya apel, asparagus, brokoli, kubis, kranberi, bawang putih, selada, bawang merah, kedelai, dan bayam.
  2. Makanan kaya folat misalnya alpukat, sereal dan roti, kacang lentil, jus jeruk, stroberi.
  3. Sumber karotenoid adalah makanan yang berwarna oranye, misalnya wortel, ubi, dan labu.

Pengobatan kanker serviks

Setelah mengetahui gejala dan penyebab kanker serviks, penting juga untuk mengetahui cara pengobatannya. Pengobatan terhadap kanker serviks meliputi bedah, kemoterapi, radioterapi, atau kombinasi ketiganya. Metode yang dipilih tergantung kepada beberapa faktor, yaitu stadium kanker, jenis kanker, serta kondisi kesehatan pasien. Biasanya, ada tiga pilihan penanganan utama untuk kanker serviks, yakni operasi, radioterapi dan kemoterapi.

Sumber: hellosehat

Tags
  

Related Articles

Back to top button
Close