Jelajahi Kota-kota Gua Dibelahan Dunia

Agoaga.com – Gua sebagai tempat tinggal ternyata banyak ditemukan tersebar di belahan wilayah dunia. Selain digunakan sebagai tempat tinggal, Gua juga sebagai tempat ibadah dan biasanya dikombinasikan dengan struktur permukaan.

Kini sebagian kota-kota gua itu sudah tidak digunakan sebagai tempat tinggal karena mengalami keruntuhan dan hanya sebagai gua tua saja.

Seperti di selatan Matera Italia, terdapat gua bernama Sassi Di Matera yang hingga saat ini masih dihuni beberapa penduduk meski pada tahun 1950 pemerintah merelokasi paksa ke bangunan modern. Di Cina, pada wilayah bagian utara negara tersebut lebih dari 40 juta jiwa masih menggunakan gua sebagai tempat tinggal.

Berikut kota-kota Gua dengan misterinya masing-masing

Guyaju

Guyaju

Sering disebut sebagai labirin terbesar Cina, Guyaju adalah sebuah rumah gua kuno yang terletak sekitar 92 kilometer (57 mil) dari Beijing. Tidak ada catatan mengenai rumah kuno ini yang pernah ditemukan, sehingga tidak ada yang tahu asal sejarahnya. Rumah ini dipahatkan ke tebing terjal menghadap Kota Zhangshanying. Rumah ini terdiri lebih dari 110 kamar batu, dan merupakan tempat tinggal gua terbesar yang pernah ditemukan di Cina.

Matmata

Matmata Tunisia

Matmata adalah sebuah desa kecil di selatan Tunisia. Beberapa penduduk Berber lokal tinggal di tempat tinggal bawah tanah tradisional “troglodyte”. Tempat tinggal gua ini diciptakan dengan menggali lubang besar di tanah. Di sekeliling lubang kemudian digali untuk digunakan sebagai kamar. Foto diatas adalah rumah yang menjadi terkenal karena dijadikan sebagai lokasi rumah Luke Skywalker beserta bibi dan pamannya, Lars. Sebenarnya ini adalah Hotel Sidi Driss dan sampai sekarang menjadi salah satu tempat yang wajib di kunjungi di Matmata untuk setiap penggemar fanatik Star Wars

Bamiyan

Bamiyan

Bamiyan di Afghanistan tengah terkenal karena dua patung Buddha raksasa berdiri tertinggi di dunia terukir di sisi tebing yang dibuat pada abad ke-6. Patung-patung ini dihancurkan oleh Taliban pada Maret 2001, dengan alasanr bahwa patung patung ini merupakan penghinaan terhadap Islam. Tempat tinggal gua di kaki patung, yang pada satu waktu adalah tempat bagi ribuan biarawan, digunakan oleh Taliban untuk menyimpan senjata. Setelah Taliban terusir dari wilayah ini, warga sipil membuat rumah mereka di gua-gua. Banyak gua-gua memiliki sisa-sisa lukisan yang di cat didinding (Fresco). Pada tahun 2008 sebuah patung raksasa lainnya yaitu patung Buddha berbaring dengan panjang 19 meter (62 kaki) ditemukan di dekat reruntuhan Buddha Bamiyan.

Sassi Di Matera

Sassi Di Matera

Sassi Di Matera (Batu Matera) adalah tempat tinggal gua terletak di kota tua arah selatan Matera Italia. Gua-gua Sassi berasal dari pemukiman prasejarah, dan termasuk salah satu pemukiman manusia pertama di Italia. Banyak rumah-rumah yang dibuat dengan menggali ke dalam batuan tufa, dan memang rumah rumah ini sebenarnya adalah gua, dan jalan-jalan di beberapa bagian dari Sassi sering terletak di atap rumah lain. Pada tahun 1950, pemerintah merelokasi paksa sebagian besar penduduk Sassi ke daerah-daerah kota berkembang modern. Namun, beberapa orang tetap tinggal di Sassi sama seperti nenek moyang mereka 9000 tahun yang lalu.

Mesa Verde

Mesa Verde

Mesa Verde, Colorado di barat daya, adalah rumah tebing terkenal tempat tinggal orang Anasazi kuno. Situs Ini mungkin adalah situs arkeologi budaya asli Amerika di Amerika Serikat yang paling awet secara signifikan. Pada abad 12, Anasazi mulai membangun rumah di gua-gua yang dangkal dan di bawah batu bergantung di sepanjang dinding ngarai. Beberapa dari rumah-rumah ini besarnya sebesar 150 kamar. Yang paling terkenal adalah Cliff Palace dan Spruce Tree House. Pada tahun1300an, semua Anasazi telah meninggalkan daerah Mesa Verde, namun reruntuhan tetap ada dan hampir sempurna terawetkan. Alasan kepergian suku anasazi secara tiba-tiba sampai sekarang tetap tidak terjelaskan. Teori yang ada berkisar dari kegagalan panen karena kekeringan sampai datangnya suku-suku asing dari Utara.

Sumber: Kaskus

  
Back to top button