Kenapa Hanya Februari yang 28 Hari?? Berikut Uraiannya…

Kalender yang dipergunakan saat ini disebut juga Kalender Masehi atau Kalender Gregorius atau Kalender Gregorian. Berisikan 12 bulan, 365 hari, yang rata-rata berjumlah 30-31 hari. Seperti diketahui, ada satu bulan yang hanya berjumlah 28 hari, yaitu Februari.

Februus atau Februa atau Februarius (Februari) yaitu bulan perayaan ritual pemurnian di Romawi yang dirayakan setiap tanggal 15.

Dan seperti yang diketahui juga, setiap empat tahun sekali bulan Februari bertambah satu hari menjadi 29 hari atau yang disebut tahun kabisat, sehingga berjumlah 366 hari.

Februari dan Perubahannya

Kalender Masehi yang dalam bahasa Inggris disebut Anno Domini (A.D) adalah sebutan untuk penanggalan atau penomoran tahun yang digunakan pada kalender Julian dan Gregorian. Era kalender ini didasarkan pada tahun tradisional yang dihitung sejak kelahiran Yesus dari Nazaret. Masehi dihitung sejak hari tersebut, sedangkan sebelum itu disebut Sebelum Masehi atau SM. Perhitungan tanggal dan bulan pada Kalender Julian disempurnakan pada tahun 1582 menjadi kalender Gregorian. Penanggalan ini kemudian digunakan secara luas di dunia untuk mempermudah komunikasi. (wikipedia)

Masa Julius Caesar

Pada masa Kekaisaran Romawi dipimpin Julius Caesar, 1 (satu) tahun dibagi kedalam 10 bulan yang jumlah 304 hari sehingga masih ada sisa 61 hari, dengan penamaan bulan yaitu;

Bulan ke-1; Martius (31 hari)
Bulan ke-2; Aprilis (30 hari)
Bulan ke-3; Maius (31 hari)
Bulan ke-4; Junius (30 hari)
Bulan ke-5; Quintilis (31 hari)
Bulan ke-6; Sextilis (30 hari)
Bulan ke-7; September (30 hari)
Bulan ke-8; October (31 hari)
Bulan ke-9; November (30 hari)
Bulan ke-10; December (30 hari)

Kalender ini disebut juga dengan Kalender Julius

Januari dan Februari pada masa itu belum ada dan perayaan tahun baru jatuh pada bulan Maret (Maius) setiap tanggal 21.

Ternyata pada masa itu rentang waktu antara Desember dan Maret itu merupakan bulan yang paling tidak disukai orang Romawi Kuno, karena pada rentang waktu tersebut berlangsungnya musim dingin, yang tentunya jika dihitung tidak memiliki nama bulan pada masa itu.

Masih pada masa Kekaisaran Julius Caesar, perubahan jumlah bulan terjadi dengan ditambahkannya Ianuarius dan Februarius. Julius mengadopsi langsung sistem peredaran matahari pada kalender Mesir. Dan itu merupakan oleh-oleh yang dibawa Julius Caesar ketika ia berkunjung ke Mesir dalam hubungan spesialnya dengan Ratu Cleopatra.

Maka pada masa 1 tahun menjadi 365 hari dan setiap 4 tahun sekali berumur 366 hari atau disebut tahun kabisat. Akan tetapi di bulan Februarius atau Februari dibuat 29 hari dengan penambahan tahun kabisat menjadi 30 hari. Bulan Sextilis atau Agustus pada saat itu berjumlah 30 hari.

Kaisar Agustus

Setelah Kaisar Julius Caesar digantikan Kaisar Augustus, nama bulan Sextilis pada Kalender Julius diganti menjadi Augustus (Agustus) untuk mengabadikan namanya. Kaisar Agustus juga mengubah jumlah hari pada bulan Agustus dari 30 hari, dengan menambahkan 1 hari ke bulan tersebut yang diambil dari bulan Februarius atau Februari. Maka bulan Agustus menjadi 31 hari dan Februari menjadi 28 hari dengan 4 tahun sekali (kabisat) menjadi 29 hari.

Bulan ke-1; Martius (31 hari)
Bulan ke-2; Aprilis (30 hari)
Bulan ke-3; Maius (31 hari)
Bulan ke-4; Junius (30 hari)
Bulan ke-5; Quintilis (31 hari)
Bulan ke-6; Sextilis (31 hari)
Bulan ke-7; September (30 hari)
Bulan ke-8; October (31 hari)
Bulan ke-9; November (30 hari)
Bulan ke-10; December (31 hari)
Bulan ke-11; Ianuarius (31 hari)
Bulan ke-12; Februarius (28 hari)

Paus Gregorius XIII

Ketika pimpinan tertinggi Katolik Roma dipimpin oleh Paus Gregorius XIII (1582) melakukan koreksi dan mengeluarkan keputusan yaitu menetapkan Tahun Baru jatuh pada 1 Ianuarius (Januari) dan bukan lagi pada 21 Maius (Maret).

Selain itu Paus menganggap kalender sebelumnya kurang akurat, sebab permulaan musim semi (21 Maret) semakin maju sehingga perayaan Paskah yang sudah disepakati sejak Konsili Nicea I pada tahun 325 tidak tepat lagi. Lalu pada tahun 1582, Kamis 4 Oktober diikuti Jumat 15 Oktober.

Perbedaan

Dalam Kalender Julius, 1 (satu) tahun berlangsung selama 365 hari 6 jam. Berdasarkan revolusi Bumi yang hanya berlangsung selama 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik, maka setiap 1 milenium pada Kalender Julius terjadi kelebihan 7 sampai 8 hari (11 menit 14 detik per tahun).

Permasalahan dipecahkan dengan hari-hari kabisat yang ternyata ada sedikit perbedaan pada kalender baru ini, dimana pada kalender Julius, setiap tahun yang bisa dibagi dengan 4 merupakan tahun kabisat. Tetapi pada kalender Gregorius, tahun dengan kelipatan 100 dianggap sebagai tahun kabisat apabila tahun tersebut juga bisa dibagi dengan 400. Semisal, tahun 1600, 2000, dan 2400 termasuk tahun kabisat sedangkan tahun 1500, 1700, 1800, 1900, dan 2100 tidak termasuk tahun kabisat. (Wikipedia)

Pada awal pencanangan Kalender Gregorius, tidak semua negara mau menerapkan. Baru beberapa abad setelah itu, hampir semua negara barat mau mengimplementasikannya. Rusia baru mengimplementasikannya pada tahun 1918, dan Revolusi Komunis Rusia diperingati setiap tanggal 7 November hingga sekarang atau yang disebut sebagai Revolusi Oktober. Gereja Ortodoks sampai saat ini masih memakai Kalender Julius.

Republik Venesia, Spanyol, Portugis, Belanda, Jerman dan Polandia merupakan negara-negara pertama yang secara resmi menerapkan sistem penanggalan ini melalui Inter gravissimas pada tahun 1582.

Akhirnya, pada tanggal 1 Januari 1622 ditetapkan sebagai permulaan tahun. Sebelumnya tanggal tahun baru di setiap negara Eropa dalam keadaan beragam.

Dikutip dari beberapa sumber. Semoga bermanfaat.

Tags

Recommended