NASA (1961) dan Sosok Tersembunyi

Kita tentu sudah sering mendengar NASA (National Aeronautics and Space Administration), Badan Antariksa yang berada di Amerika Serikat ini dulu dibentuk oleh Presiden Dwight G. Eisenhower pada 29 Juli 1958 dengan orientasi sipil, yang sebelumnya berdiri dengan nama NACA (National Advisory committee for Aeronautics).

Semua orang-orang yang bekerja di NASA adalah cerdas dan memiliki IQ tinggi. Namun tidak sembarangan orang bisa bekerja di NASA pada masa itu. NASA di dominasi oleh pekerja yang berkulit putih daripada berkulit hitam. Adapun berkulit hitam dipekerjakan sebagai pekerja kontrak, karena pada masa itu Amerika sangat kental akan perbedaan warna kulit.

Seiring berjalannya waktu, Soviet dan Amerika bersaing untuk mengirimkan astronot mereka ke luar angkasa. Amerika mengerahkan semua biaya dan SDM yang bermutu, namun Soviet selangkah lebih maju dalam mengirim pesawat tanpa awak keluar angkasa.

NASA selalu mengalami kegagalan dalam percobaan pesawat tanpa awak sebelum melakukan peluncuran yang sesungguhnya. Namun, dengan berjalannya waktu  petinggi NASA memutuskan untuk mencari orang untuk menduduki posisi yang sangat dibutuhkan pada saat itu.

Bagian Human Resources NASA mencoba mencari pekerja di bagian WEST AREA COMPUTERS di Langley Research Center, Hampton-Virginia. Dimana pada saat itu West Area Computers merupakan tempat khusus pekerja kontrak wanita berkulit hitam.

Dari West Area Computers, melalui seorang wanita kulit hitam juga yang pada saat itu menjabat sebagai pengawas sementara di West Area Computers, yakni  Dorothy Vaughan. Melalui Dorothy, NASA merekrut dan mengangkat Mary Jackson yang ahli dalam bidang teknik untuk melalukan percobaan Purwarupa Mercury 7 dan diangkat menjadi pegawai tetap. Kemudian, melalui rekomendasi Dorothy juga NASA kembali merekrut Katherine Goble yang akan bergabung di bagian Space Task Group menjadi Human Computer Spesialis Analitik Geometri. Katherine menjadi wanita kulit hitam pertama yang bergabung di Space Task Group namun dengan status sementara.

Kemajuan Soviet dalam mengirimkan astronot mereka, Yurin Gagarin, menekankan NASA untuk mengirimkan astronot mereka ke luar angkasa. Katherine & Mary, diposisi mereka masing-masing mulai bekerja dengan memanfaatkan keahlian yang mereka miliki dan bekerja dengan waktu dan tenaga yang ekstra.

Katherine Goble, dengan keahliannya dalam penghitungan Analitik Geometri, membuat kepala bagian Space Task Group sangat menyukai cara kerjanya. Salah satunya permasalahan persamaan matematika dan Katherine berhasil menyelesaikannya.

Mary Jackson, mendapatkan dukungan dari atasannya melanjutkan pendidikan untuk mendapatkan gelar Insinyur. Namun pada saat itu, Virginia sangat kental akan perbedaan warna Kulit. Untuk melanjutkan sekolah Insinyur, Mary harus mendapatkan izin dari hakim wilayah dengan mengikuti persidangan, hanya untuk mendapatkan surat resmi bahwa Mary secara legal dapat mengikuti pendidikan di sekolah orang berkulit putih. Karena tekadnya, Mary mendapatkan legalisasi dari hakim wilayah.

Melihat kedua teman seperjuangannya mendapatkan tawaran posisi yang bagus, Dorothy Vaughan tidak tinggal diam. Dorothy belajar bagaimana cara menggunakan IBM 7090 yang kelak akan menggantikan Human Computer untuk melakukan penghitungan, yang pada saat itu pegawai IBM sendiri tidak tahu cara menggunakan IBM 7090. Dorothy belajar secara otodidak dengan mengambil buku milik perpustakaan umum  tentang Fortran. Sehingga pada akhirnya Dorothy bisa menggunakannya dan 7090 bisa melakukan fungsinya untuk melakukan penghitungan. Karena prestasinya tersebut, Dorothy di panggil dengan Mrs. Dorothy, yang pada saat itu tidak ada wanita kulit hitam dipanggil dengan sebutan Mrs.

Karena keberhasilan Dorothy dalam menggunakan IBM 7090 dan mulai digunakan untuk penghitungan peluncuran roket Friendship 7 dengan astronot John Glenn, Katherine Goble tidak dibutuhkan lagi di Space Task Grup dan ia dikembalikan ke West Computing Group. Namun disaat hari peluncuran roket Friendship 7, Astronot John Glenn merasa gelisah dan meminta agar penghitungan peluncuran dan pendaratan kembali ke bumi di hitung secara manual oleh Katherine Goble. Pada akhirnya penghitungan Katherine telah meyakinkan John Glenn dan  Friendship 7 berhasil meluncur dan mendarat kembali ke bumi.

Setelah misi, para matematikawan ditiadakan dan akhirnya digantikan oleh komputer elektronik. Katherine Goble ditugaskan kembali ke Divisi Analisis dan Perhitungan, Dorothy Vaughan terus mengawasi Departemen Program, dan Mary Jackson memperoleh gelar insinyur dan mendapatkan pekerjaan di NASA sebagai insinyur.

Kisah nyata 3 wanita kulit hitam ini pernah dituangkan dalam sebuah film yang berjudul “Hidden Figures” pada tahun 2016 yang lalu. Cerita di film ini dibalut dengan sentuhan sedih, emosional dan sedikit komedi.

Sumber: Wikipedia

  
Back to top button