Ternyata Ada Produk Google Tak Sesuai Ekspektasi

4 Teknologi Dinyatakan Gagal

Agoaga.com – Setiap tahun Google selalu memperkenalkan produk-produk teknologi terbaru yang inovasinya cukup membantu manusia dalam beraktivitas. Akan tetapi, tak semua hasil inovasinya itu berhasil mulus dan bahkan tidak diminati pengguna. Kasusnya mulai dari teknologi yang dijanjikan akan hadir akan tetapi gagal diwujudkan, dan juga ada yang benar-benar hadir namun tak sesuai yang diharapkan.

Dilansir dari MobileSyrup, berikut adalah produk-produk teknologi yang pernah dijanjikan Google tetapi tidak sesuai ekpektasi atau gagal.

Google AI

Pada 2017 lalu, dalam perhelatan tahunan I/O, Google memperkenalkan sebuah kecerdasan buatan yang bisa secara ajaib menghapus sebuah objek dalam foto. Ketika itu perusahaan yang bermarkas di Mountain View, AS ini memamerkan sebuah foto seorang anak bermain bisbol yang terhalang oleh sebuah pagar. Teknologi kecerdasan buatan alias AI tersebut kemudian dapat menghapus objek pagar yang ada di latar depan si anak. Namun sampai saat ini, fitur ini belum dirilis oleh Google dan tidak jelas perkembangannya.

Google Allo

Google Allo aplikasi chatting yang diperkenalkan pada ajang Google I/O 2016 dan boleh dibilang cukup menghebohkan dan bahkan digadang-gadang menjadi layaknya iMessage dari Android.

Namun setelah aplikasi tersebut diluncurkan, Aplikasi ini tak sesuai harapan dan tak seperti yang dijanjikan Google di awal. Bahkan Allo tidak membawa fitur-fitur yang dianggap penting, seperti dukungan SMS. Google pun baru-baru ini memutuskan untuk menunda proyek Allo tersebut dan mengaku lebih fokus pada pengembangan aplikasi messaging baru.

Doze

Doze adalah sebuah fitur penghemat baterai yang hadir pertama kali pada Android M. Fitur ini diperkenalkan pada perhelatan Google I/O 2015 lalu. Doze boleh dibilang sebuah mode yang berguna untuk memperkecil konsumsi daya baterai saat ponsel dalam kondisi standby.

Pasalnya, pengguna merasa tak ada perubahan sama sekali baik saat mode tersebut diaktifkan maupun dimatikan. Baterai tetap terkuras meski ponsel dalam keadaan standby. Doze dianggap sebagai fitur penghemat baterai yang gagal. Bahkan tahun ini, Google sepertinya bakal menarik fitur tersebut dan menggantinya dengan mode Adaptive Battery yang diklaim bakal lebih efisien.

Google Now on Tap

Tak bedah dengan Doze, Google Now on Tap juga pertama kali hadir pada Android M yang diperkenalkan 2015 lalu. Fitur ini mampu memindai layar ponsel pengguna kemudian menampilkan informasi terkait apa yang tengah ditampilkan oleh layar tersebut.

Fitur ini sempat digadang-gadang bakal memudahkan pengguna dalam mencari informasi. Namun pada kenyataannya, Google Now on Tap dianggap tidak begitu berguna. Sejumlah pengguna lebih memilih mencari informasi secara manual lewat mesin pencari Google ketimbang menggunakan fitur ini.

  
Back to top button