Universitas ini Disebut Sarangnya Inovasi 5G

The University of Surrey, Inggris

Agoaga.com – Universitas Surrey bukanlah institusi akademik paling ternama di Inggris. Tetapi, berkat penelitian teknologinya yang paling inovatif, khususnya di bidang inovasi 5G, secara perlahan memasukkannya ke dalam peta penelitian global.

Universitas ini secara resmi membuka pusat inovasi 5G-nya, yang dikenal di bawah akronim 5GIC, pada bulan September 2015. Sejak itu telah berbagai cara di cari untuk mengatasi kendala yang menghambat adopsi pasar massal teknologi seluler generasi kelima, atau 5G. Sekarang ini, kampus tersebut sudah menjadi pusat penelitian akademik terbesar di dunia yang didedikasikan untuk konektivitas mobile dan nirkabel generasi mendatang. Pusat penelitian ini memiliki 26 anggota perusahaan dan 250 usaha kecil dan menengah (UKM) dalam jaringan yang lebih luas serta menjadi kemitraan dengan EE, Samsung Electronics, dan Vodafone.

5GIC berfokus pada beberapa bidang utama untuk pengembangan 5G. Misalnya, melihat hubungan antara konten dan pengguna dengan berfokus pada penangkapan, analisis, dan penggunaan data yang mengalir di antara berbagai pemain dalam jaringan 5G, dan itu sedang berusaha untuk memaksimalkan jumlah pengguna dalam 5G jaringan tanpa mempengaruhi kualitas pengalaman.

University of Surrey

5GIC telah mempelopori teknologi yang memungkinkan kecepatan satu terabit per detik (Tbps), melebihi 1.000 kali dari kecepatan 4G. Proyek-proyek lainnya termasuk: demonstrasi kendaraan berkemampuan 5G, video definisi ultra-tinggi, VR saat beraktivitas dan taktil internet, teknologi yang akan meningkatkan penggunaan 5G untuk bermain game, cyber / blockchain dan aplikasi kesehatan digital dan proyek kesehatan IoT untuk perawatan demensia di rumah dengan National Health Service (NHS) Inggris.

Puncak dari riset 5GIC harus menjadi kontribusi besar bagi terciptanya dunia yang terhubung sepenuhnya melalui  perangkat apa pun smartphone, mesin cuci, kendaraan otonom, dan lain-lain yang dapat dihubungkan secara nirkabel dengan infrastruktur tetap dan bergerak yang terkonvergensi.

Sumber: Forbes

Tags

Recommended